Tuesday, August 18, 2015

no 4 merupakan nomor keluarga saya "Dendi Ramadhona"


Dermawan - Pesawaran - Pasangan Calonkada Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona bersama Eriawan (Dermawan) memaknai nomor 4 sebagai sebuah keberuntungan dan keseimbangan. Pasalnya, nomor 4 tersebut memiliki arti tersendiri bagi Dermawan khususnya Dendi Ramadhona.

"Tanggal lahir saya 4, sewaktu ayahanda saya jadi bupati itu juga nomor 4, plat mobil saya pun nomor 4, mungkin ini kehendak yang kuasa tentang pilihan tepat yakni nomor 4," ujar Dendi Ramadhona usai pengundian nomor urut di Aula Museum Transmigrasi Lampung, Selasa 25 Agustus 2015.

Ia pun sempat berdoa agar tidak dapat nomor urut 1. "Nomor 4 itu saya ngambil kundunya (keberuntungannya) saja, karena ayah saya jadi bupati saat pake nomor 4. Nah saya memang menghindari nomor 1, soalnya ayah saya gak terpilih jadi Gubernur, waktu itu nomor 1," candanya.

Tetapi, pada dasarnya, lanjut Dendi Ramadhona, semua nomor itu baik, namun nomor 4 yang didapatnya diartikan sebuah keseimbangan. "Kursi, kalau tidak 4 maka tidak seimbang, dan banyak makna-makna atau filosofi nomor 4 yang baik, seperti 4 penjuru barat, timur, selatan, utara akan mendukung Dermawan, keseimbangan dunia pada 4 unsur, tanah, api, air dan udara, serta lainnya, dan pilihan tepat nomor 4," pungkasnya. Sumber : Saibumi

Monday, August 17, 2015

Tim Desa Adalah Ujung Tombak Pemenangan Dermawan "Dendi Ramadhona"


 Pesawaran - Pasangan Balonkada Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona bersama Eriawan (Eriawan) menegaskan tim desa adalah ujung tombak dalam menyosialisasikan dirinya kepada masyarakat. Karenanya, titik tekan pemenangannya ada disetiap desa yang ada di Kabupaten Pesawaran.

"Saya berterima kasih kepada tim kemenangan yang hadir dan baru dikukuhkan. Saya berpesan kepada seluruh tim pemenangan desa bahwasanya kalian adalah ujung tombak, untuk mensosialisasikan Dermawan kepada seluruh kalangan masyarakat," ujar Balonkada Dendi Ramadhona, Sabtu, 15 Agustus 2015.

Menurutnya, seluruh tim pemenangannya yang baru saja dikukuhkan agar tidak memaksakan pilihan masyarakat, karena masyarakat telah trauma terhadap pemimpin yang arogan. "Jelaskan pada masyarakat bahwasanya, kami (Dermawan) dan seluruh partai pengusung mempunyai pemikiran yang sama dengan masyarakat yaitu merubah Pesawaran menjadi lebih baik. Tidak perlu memaksa, karena masyarakat dapat menilai sendiri serta masyarakat juga telah trauma dengan pemimpin-pemimpin yang arogan, dan pemimpin yang minta dilayani, bukan pemimpin yang melayani," tegasnya.

Disamping itu, lanjut Dendi, Dermawan juga meminta kepada tim untuk menyampaikan jargon Dermawan kepada masyarakat yang menurutnya jargon tersebut bukan hanya sekedar kata-kata. Namun memiliki makna yang membuktikan keseriusan dirinya bersama Eriawan untuk mengayomi masyarakat.

"Kalau pemimpin tidak ditanamkan hati Dermawan bagaimana mau peduli dengan masyarakat. Kami bekerja untuk melayani masyarakat bukan dilayani. Kami hanya minta masyarakat mendukung program-program kami," pungkasnya. (*)
Sumber : Saibumi.com

Penderita Hormon Teroid di fasilitasi pengobatan oleh Dendi Ramadhona

http://pesawarandermawan.blogspot.com/

Pesawaran - Irma (15) warga Desa Sukaraja sehari harinya hanya bisa tiduran dikamarnya. Pasalnya, Irma didiagnosa mengalami kekurangan hormon teroid. Sehingga, kondisi fisiknya semakin hari semakin lemah.

Dan saat ini, kondisinya pun cukup memprihatinkan, yang terlihat hanya sekedar kulit yang membungkus tulangnya. Kondisi ini pun cukup lama dialami putri pasangan Imron dan Iis itu, namun keterbatasan biaya membuat kedua orang tuanya hanya mampu merawatnya dirumah saja.

Mendengar kondisi ini, balon Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona pun tergerak hatinya untuk sekedar mengulurkan bantuan operasional untuk berobat dan pegangan orang tuanya saat berobat ke rumah sakit.
Uluran tangan Balonkada yang memiliki jargon Dermawan ini pun sesuai dengan jargonnya. 

Sikap Dermawan putra mantan bupati Lampung Selatan Zulkifli Anwar ini yang akan memfasilitasi pengobatan Irma ke rumah sakit umum Abdoel Muluk.

"Segera kita akan bawa ke rumah sakit, kemungkinan hari Rabu nanti, Irma sudah ditangani dokter dokter berpengalaman di rumah sakit umum Abdoel Muluk," singkat Dendi. (*)

Friday, August 14, 2015

KEDEKATAN DERMAWAN DENGAN MASYARAKAT

KEDEKATAN DERMAWAN DENGAN MASYARAKAT
Add caption

Dermawan - Pesawaran - 14/08/15 Pasangan Balon kada pesawaran Dendi Ramadhona bersama Eriawan (Dermawan) semakin meningkat seiring dengan pergerakan partai politik dan juga tokoh masyarakat serta warga masyarakat yang menginginkan kehadiran dua anggota DPRD ini. 

Banyaknya permintaan masyarakat untuk bertatap muka langsung membuat Dermawan terkadang kerepotan dalam memenuhi keingin warga untuk bisa bertemu langsung. Hal ini menjadi bukti bahwa sosok serta sikap pasangan calon ini dapat memberikan harapan yang baru bagi seluruh warga masyarakat Kab. Pesawaran.
Hal ini terbukti dari kedekatan emosional Dermawan saat menghadiri acara – acara pribadi yang di selenggarakan warga. Seperti menghadiri acara syukuran pemberian nama anak dari Ahmad Seihu warga Desa Cimanuk, Kecamatan Waylima belum lama ini.

Selain itu Dermawan selaku Balon kada kab pesawaran lebih mengedepankan sikap persatuan dan kesatuan demi membangun pesawaran lebih baik lagi. Yang mana semua unsur akan menjadi prioritas utama yang akan di gandeng dermawan baik unsur agama, suku, pemuda, tokoh dan semua masyarakat untuk menjadikan Pesawaran lebih baik.

Seperti yang yang di tuturkan oleh Dendi Ramadhona, pada saat menghadiri acara kegiatan keagaamaan dengan tokoh-tokoh kristen katolik perwakilan Desa Kresno Widodo, Tegineneng. Sekaligus menggelar pengajian bersama warga Kecamatan Wayratai beberapa waktu lalu, adapun kehadiran saya kemari guna membahas perkembangan dan pembangunan pesawaran kedepan demi mewujutkan cita-cita luhur kita untuk menjadikan pesawaran lebih baik kata “Dendi”.disela sela acara. (tim)

Thursday, August 13, 2015

Polsek kedondong akan segera gelar perkara terkait pencopotan beberapa sepanduk


dermawan
-Pesawaran - Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Gedongtataan akan melakukan gelar perkara atas peristiwa pencopotan spanduk yang diduga dilakukan oleh puluhan Sat Pol PP pemkab setempat di kediaman tokoh pemekaran Pesawaran Mualim Taher.

"Kita telah memanggil saksi-saksi dari pihak pelapor dan terlapor. Kita tengah lakukan penyelidikan tentang perkara ini, apakah nanti mengarah ke tindak pidana atau tidak belum kita pastikan, dan saat ini masih dalam proses," ujar Kapolsek Gedongtataan Kompol Dencik, Kamis 13 Agustus 2015.

Pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk kasus pencopotan spanduk tersebut. "Besok kita gelar perkara namun untuk laporan dari pihak protokol bupati tentang pelemparan Randis, sudah sampai tahap pemeriksaan," ungkapnya.

Insiden pencabutan spanduk bertuliskan "APBD Pesawaran banyak dikorupsi, tidak perlu di lanjutkan" yang terjadi di Desa Pampangan Kecamatan Gedong Tataan pada Selasa 4 Agustus lalu diketahui berbuntut panjang. Tokoh pemekaran Pesawaran Mualim Taher pemilik spanduk, telah melaporkan Kasat Pol PP Jhondrawadi ke pihak kepolisian Gedongtataan atas dasar pencurian spanduk yang dilakukan oleh 60 anggotanya.

"Saya melaporkannya atas dasar pencurian dan kriminalitas, karena tidak ada izin dari saya untuk melepasnya. Spanduk itu kan milik saya, kalau dia ngambil tanpa izin saya, berarti kan dia pencuri," tegasnya.

Menurutnya, banyak saksi mata atas pencabutan spanduk tersebut, dan mereka telah memberikan kesaksiannya ke pihak kepolisian. "Hari Selasa kemarin (11 Agustus), para saksi sudah memberikan keterangan sekarang kita lagi nunggu tindak lanjut dari Polsek Gedongtataan," ungkapnya.

Diketahui, setelah turut dalam rombongan saat pencopotan spanduk tersebut, Randis Kabag Protokol Githo dilempar orang tak dikenal. Berdasar data yang berhasil dihimpun, kejadian bermula, dari pencopotan spanduk yang terpasang di depan rumah tokoh Desa Pampangan, Gedongtataan Mualim Taher oleh satuan Pol PP setempat. Pencopotan banner yang bertuliskan “APBD Kabupaten Pesawaran banyak dikorupsi ! Tidak perlu dilanjutkan”, diduga pencopotan itu menimbulkan ketidaksukaan warga.

Atas kejadian itu, baik pihak protokol Bupati Pesawaran, maupun Mualim Taher saling melaporkan peristiwa tersebut. Terpisah, saat dihubungi Kasat Pol PP Jhondrawadi menampik adanya cerita bahwa ada belasan Satpol PP yang mengepung kediaman Mualim Taher. "Kalau mendatangi iya, tapi membawa belasan anggota kayaknya tidak, karena saya kesana dengan sopir saya dan empat anggota saya, namanya informasi ya boleh-boleh saja," sanggahnya. (team) Sumber : Saibumi.com